Sekolah Rakyat Jombang Ditargetkan Tampung 2.000 Siswa
Kedunglosari.id – Kementerian Sosial menargetkan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, dapat beroperasi penuh dengan kapasitas lebih dari 2.000 siswa mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan akses pendidikan, tetapi juga rehabilitasi dan pemberdayaan bagi siswa dengan latar belakang yang beragam. “Insyaallah ke depan Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang ini bisa operasional penuh, artinya bisa menampung lebih dari 2.000 siswa nantinya, tingkat SD, SMP, dan SMA,” kata Saifullah Yusuf saat berada di Jombang, Kamis (22/10/2026). Saifullah menjelaskan, siswa yang masuk Sekolah Rakyat memiliki kemampuan akademik, kebiasaan, budaya, dan kondisi kesehatan yang berbeda-beda. Karena itu, diperlukan proses adaptasi agar siswa dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah.
“Kondisi siswa Sekolah Rakyat pada saat masuk itu beragam. Beragam kapasitasnya, beragam budaya kebiasaannya, beragam kapasitas intelektualnya, beragam juga kondisi kesehatannya,” ujarnya. Menurut Saifullah, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara Sekolah Rakyat. Sebab, tidak semua siswa memiliki kemampuan belajar yang sama. Ada siswa yang sudah mampu membaca dengan baik, tetapi ada pula siswa jenjang SMP yang belum bisa membaca. “Ada anak-anak itu yang memang pintar, juga bisa membaca dengan baik, tapi ada juga yang sudah satu SMP belum bisa membaca,” jelasnya.
Selain menghadapi ketertinggalan akademik, sebagian siswa juga memiliki pengalaman hidup yang membutuhkan pendampingan khusus. Saifullah menyebut, ada siswa yang pernah putus sekolah selama satu hingga dua tahun, bekerja di lingkungan yang tidak semestinya, hingga menjadi korban kekerasan. “Sebagian di antaranya bahkan ada yang menjadi korban kekerasan. Ada juga yang sudah putus sekolah satu tahun, dua tahun, bekerja di tempat-tempat yang tidak semestinya,” ungkap Saifullah. Oleh karena itu, Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memberikan rehabilitasi dan pemberdayaan sesuai kebutuhan siswa. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu siswa memulihkan kondisi, mengejar ketertinggalan, serta mengembangkan kemampuan mereka. “Nah, maka itulah, di Sekolah Rakyat ini ada di samping edukasi, juga ada rehabilitasi, sekaligus juga ada pemberdayaan khusus,” tuturnya.
Saifullah menegaskan, penguatan kedisiplinan menjadi bagian mendasar dalam proses pendidikan di Sekolah Rakyat. Kedisiplinan diharapkan membantu siswa membangun kebiasaan positif sekaligus mendukung proses adaptasi di lingkungan sekolah.“Maka, penguatan kedisiplinan-disiplinan di lingkungan Sekolah Rakyat menjadi sangat mendasar,”